Minggu, 22 September 2013

Keputusan selalu Tepat

Assalamu"alaikum wrwb

hay ladies mau cerita lagi nih...
seputar karir, keluarga, masadepan, dan sedikit tentang cinta..

setaun yang lalu aku baru beres kuliah sempat bekerja di salah satu yayasan "HomeCare" di jalan Marga Cinta Bandung. tapi tidak bertahan lama hanya 1 bulan dengan gaji yang didapat 750000, dan alhamdulilah namanya juga fresh graduate. alasan keluarnya adalah karena babeh masih belum ngerasa aman aku kerja disana dalam artian belum tau masa depannya seperti apa.

sempat ngangur selama satu bulan dan rasanya sangat sesak, gengsi, malu, kesal, merasa tidak berguna dan lain-lain. sampai akhirnya 1 Desember 2012 dapat panggilan kerja baru di salah satu Rumah Bersalin di Lembang. suasana bekerjanya masih belum bisa aku pelajari sampai aku lama disana pun. tidak ada senioritas dan rasanya menyenangkan memiliki rekan kerja yang tak berbatas, yang terpenting saling melengkapi dan memikul kesulitan bersama. bulan pertama masih dinikmati dan disukuri, bulan kedua ketiga masih disukuri, namun pada bulan ke empat ketidak nyamanan yang sering diungkapkan senior memang baru teralami. kerjanya tidak terlalu cape, terbilang sangat santai tapi entah dari segi mana merasa sangat tidak nyaman. padahal dengan rekan kerja biasa saja tidak ada konflik dll.

bulan Mei 2013 panggilan kerja barupun muncul, "Dinas Kabupaten Bandung Barat". alhamdulilah kesempatan besar datang dari Allah untukku. aku mendapat kesempatan jadi enumerator untuk "Rikesdas 2013" (riset kesehatan dasar 2013) yang langsung berada di bawah naungan Kementrian kesehatan. tapi kerjaan sambilan ini dilakukan dengan status aku masih bekerja di Rumah bersalin Lembang itu. perjuangan dimulai dengan mengikuti kegiatan pelatihan selama 1 minggu di Hotel Yasmin Cianjur. sepulangnya dari pelatihan aku disuguhi beberapa pekerjaan. menyenangkan walaupun sangat melelahkan. kegiatan riset ke desa-desa yang terbilang masih terpencil di Kab.bandung Barat. kondisi Alam yang tidak pernah terbayangkan di Kota Bandung tercinta. masih sangat pelosok dan itu harus aku tempuh setiap hari.  selama kurang lebih dua minggu aku double job, malam dari jam 17.00 s/d 07.00 harus dinas malam di Rumah Bersalin, untuk paginya 09.00 s/d 15.00 harus ada di desa terpencil. dengan mengendarai motor sendirian dari Lembang ke daerah perbatasan Purwakarta. jika harus mengeluh memang rasanya sangat lelah dan ingin mengakhiri pekerjaan di Rumah Bersalin. tetapi tidak memungkinkan.

alasan kenapa aku menerima pekerjaan dari dinas itu adalah karena gajinya lebih dari tempat bekerjaku. mungkin bisa 10 atau 11 kali lebih besar. dengan doping vit c 2 ampul selama 2 minggu alhamdulilah sampai dengan pembagian honorpun tidak mengalami sakit. dan tentunya itu berkat sugesti diriku sendiri. sampai pada kegiatan riskesdas berakhir aku masih memiliki tabungan dari pekerjaanku itu. banyak pelajaran yang didapat selama riskesdas, mulai dari pelajaran hidup, kesehatan, keluarga dan lain-lain. hingga akhirnya aku baru sadar bahwa Rumah Bersalin itu merupakan sedikit cobaan yang Allah kasih padaku.

sejak aku bekerja dari bulan Desember 2012 hingga Mei 2013 gajiku di Rumah Bersalin itu hanya 800000 tanpa ada insentif yang jelas terperinci atau uang kesejahteraan lain. oh iya lupa aku bilang, bahwa aku juga menjalankan online shop di bidang fashion. jadi sempat 3 pekerjaan sekaligus, pagi tugas dari rikesdas, malam dinas di Rumah bersalin dan selangan waktu istirahat atau pencurian waktu dilakukan untuk kegiatan berjualan online. back to topic, barulah di bulan Juni gajiku naik "yeyeyeyeye" dalam hati aku sudah girang dan coba tebak berapa gajiku saat kenaikan itu? "850000" amazing sekaligus ingin membakar uang itu. entah apakah aku tidak bersyukur atau memang hak ku untuk mengeluh. bayangkan untuk dinas malam aku dinas selama 14jam dari jam 17.00 hingga jam 07.00 terkadang banyak tindakan tetapi tidak diperhitungkan. janji untuk dapat makan sekali setiap sift pun terkadang tidak didapatkan karena alasannya sang petugas memasak tidak memasakkan makanan untuk pegawai, tetapi sebenarnya bukan tidak dibuatkan hanya saja ucapan "Apa yang dijadwalkan makan oleh pasien kita juga pegawai makan hal yang sama", lha kalo gak ada pasien gimana yak???/ hehhehe, ohh yaa Allah....

jika hanya satu pegawai saja yang mengeluh "Aku saja" mungkin memang akunya yang bermasalah dengan tempat kerjaku, tetapi bayangkan jika semua pegawai mengeluh (kecuali satu orang cicak putih sang cctv), berarti yang bermasalah siapa ya? bayangkan setiap tahun hampir keluar masuk pegawai, bahkan beberapa orang pun kabur tanpa keluar secara resmi. jadi siapa yang patut introspeksi?

sampai pada Agustus 2013 aku mendapatkan bisikan HIdayah dari Allah, melalui Ayahku dan kekasih tercintaku saat ini. aku banyak sharing dengan pacar dan ayahku sampai pada akhirnya mereka pun menyayangkan q bekerja disana. dengan ilham dari istikharah akhirnya 26 Agustus 2013 aku melayangkan surat gugatan cerai terhadap Rumah Bersalin itu (hehehhhee surat pengunduran diri maksudnya). aku meminta agar tanggal 04 September bisa keluar, tetapi Bapak "T" yang sangat baik menjelaskan bahwa aku tidak bisa keluar dulu untuk beberapa saat paling tidak memberikan waktu untuk mencari penggantiku. aku hargai dan hormati betul beliau, tetapi ternyata rencana keberangkatanku ke POntianak untuk mencari peluang rejeki sudah direncanakan pada akhirnya tanggal 05 September 2013 aku keluar tanpa pamit. Maaf Bapa "T" sudah mengecewakan anda, tetapi hidup itu pilihan, ketika ketidak nyamanan sudah tidak bisa di alihkan lagi terpaksa keegoisan ku yang harus aku turuti. aku keluar dengan status pengangguran, belum memiliki pekerjaan pengganti tetapi wallahu Allam bisawab, aku percaya bahwa izin Allah selalu dibisikkan pada orang terdekat kita "Orangtua dan pasangan" itu menurut Ippo Santosa hehehheeh. berkat izin dan keyakinan dari merekapun aku "Resign".

Subhanallah, Allah memberikan kesempatan lain ternyata online shop ku lumayan banyak pesanan di bulan September itu dan aku terus berjuang untuk tidak menjadi penggangguran yang tak produktif. disamping statusku menjadi penggangguran aku berusaha untuk tetap bisa menghasilkan. lebih luarbiasa lagi dan patut aku bersyukur sujud, di bulan yang sama aku mendapat panggilan kerja baru di salah satu TPS milik Polri di Lembang. dan ini adalah hal yang sangat ayah idam-idamkan. yaa Allah sejujurnya menjadi "orang berseragam putih" bukanlah mimpiku sebenarnya tetapi jika ini bisa membahagiakan orangtuaku dan juga yang terbaik darimu semoga aku mampu mensyukurinya.

inilah hidup, aku hanya ingin mengingatkan buat ladies semua nih... setiap keputusan hidup selalu ada resiko terburuk tetapi jangan pernah menyerah karena selalu ada resiko terbaik. hilangkanlah ketakutan kehilangan sesuatu "penghasilan dari pekerjaan" karena jika kita berniat baik untuk membebaskan diri dan memperbaiki diri lebih baik insya allah, Allah akan menuntun kita pada rejeki kita. aku membuktikannya sendiri.

oh iya aku pernah berkata pada senior rekan kerjaku di Rumah Bersalin "Teteh jangan takut kalau mau keluar dari sini keluar aja, Allah udah siapin kehidupan kita kok, soal kita nanti dapet kerja lagi atau engga itu Allah udah ngatur, yang pasti ambil keputusan dari hati Teteh, jangan karena bisikan orang lain". dan ladies tahu ternyata dia mengambil keputusan untuk resign di hari yang sama denganku. dan kalian tahu, sekarang dia sudah bekerja di tempat yang lebih baik dan lebih dekat. impian dia gak terlalu besar hanya ingin memiliki penghasilan sedikit lebih besar dan bisa memiliki banyak waktu dengan keluarganya dan sekarang dia memiliki kekebasan itu meskipun belum sepenuhnya. Subhanallah...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar