mungkinkah sekarang telah usai?
ketika seorang keturunan adam menunggu sang pemilik rusuknya datang
ketika linangan air mata lebih banyak ketika salah penafsiran
Yaa Allah sudahkan berada dalam ujung penantian?
perjalanan yang menyakitkan dan mengecewakan
hingga membuat dada terasa tak berongga
telah usai...
dari kejauhan samar-samar seorang bayangan terang
tak pernah melambaikan tangan
bahkan tak pernah menolehkan wajahnya padaku
tapi aku selalu merasa dia mengintaiku
Yaa Allah apakah dia yang akan mengusaikan penantian ini?
aku tak berani meminta dan memaksa seperti terdahulu
aku hanya bisa berserah dalam pertanyaan besar, diakah?
hingga saat dimana hal yang tak pernah terduga menghampiri
mendekat meskipun tanpa memberikan manisnya kata
bersamaan meskipun tak pernah menggenggam tangan
berirama meskipun tak pernah ada bisikan menggairahkan
ooohh Yaa Allah diakah sang keturunan adam pemilik rusuk ini?
tak bisa mencintai sekuat dulu,
tapi juga tak membenci seperti pada kebanyakan,
datang dengan kesederhanaan dengan tujuan yang baik
semoga dialah memang benar-benar pelabuhan terakhir
untuk mencocokkan rusuk yang kubawa ini
semoga memang dia pemiliknya
Yaa Allah, ketika umbaran cinta tak lagi bisa aku utarakan
sampaikanlah kenyamanan yang kurasa ini
bisikkanlah rasa cintaku ini
dan teriakkanlah tentang kerinduan ku ini
semoga dia mengerti meskipun aku tak pernah berucap "Sayang"
aku hanya tak ingin mencintai dia melebihi mencintai-Mu, Yaa Maha Penguasa Hati
Yaa Allah...
persatukan kami dalam keindahan, persatukan kami dalam kedamaian
persatukan kami dalam suratan takdir, persatukan kami dalam cinta karena Allah
persatukan kami dalam sebuah ikatan yang tak dapat dipisahkan
persatukan kami dalam "Sakinah, Mawadah, Warahmah"
dan demi Allah SWT,
aku siap jika memang dialah sang calon Imamku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar