Babeh, aku mencintai lelaki lain selain dirimu. Tau gak Beh, aku merasa dia hampir sama denganmu. Baiklah memang secara fisik dan tabeat sedikit berbeda. Tapi apa yang Babeh pengen insya Allah ada di dia. Aku menyukainya, aku ingin mengalah untuknya, aku ingin hidup bersamanya, aku ingin dia yang menjadi imamku, dan aku ingin menikah dengannya. Aku akhirnya menemukan orang yang mampu menerimaku, dan sesuai yang diharapkan, Babeh tahu? ini adalah kiriman Allah untukku, aku yakin itu.
Babeh, sudah 27 Januari 2014 ini, usia pacaranku dengannya sudah 7bulan. Rasanya banyak bahagia hidup dengan dia meskipun yaaahhh memang kita berjauhan. Tapi dia adalah satu tujuanku yang berikutnya. Bagiku masalalu yang pernah kuperjuangkan sudah berakhir, aku hanya ingin menjadi wanita yang mampu menjadi kebanggaannya bukan menjadi apa yang bisa membuat iri bekas pacarku. Pilihan Babeh benar-benar tepat.
Babehku sayang, kini dua pria berada di hidupku, Babeh dan juga dia. Kalian adalah laki-laki luar biasa yang patut kuberi kebanggaan. Tapi sayang, impianku tak bisa aku wujudkan sendiri. Entah ini tidak bersyukur atau memang aku pantas bermimpi. Aku masih ingat waktu Babeh bercita-cita aku menjadi seorang Polwan. Itu luar biasa, tapi maafkan aku Babeh sayang, aku tidak menjadi apa yang Babeh inginkan. Bagiku meskipun aku sangat tidak suka TNI dan POLRI, andaikan saja aku bisa menjadi itu aku pasti mengorbankan semuanya untuk jadi yang Babeh mau. Kenyataannya aku gagal, Beh. Ini menyakitkan. Aku sendirian, tapi aku tak bisa buat Babeh bangga, maaf. Dan ini tidak bisa aku perbaiki, maaf.
Ku buat hal lain yang mungkin bisa membuat Babeh bangga, aku sudah mencoba untuk PNS Beh, mungkin memang tidak terlalu kuat harapanku disana tapi kembali aku gagal. Babeh tahu, rasanya aku tidak berguna. Aku tidak peduli dengan siapapun, hanya ingin Babeh bisa bahagia itu cukup. Sekarang aku bertemu dia, dan Babeh tahu? Aku ingin juga membuatnya bangga, tapi sepertinya aku tidak bisa jadi orang kebanggaannya. Lagi-lagi priaku harus kecewa olehku. Babeh, terkadang aku malu dan minder bersama dengan dia. Dia memang tidak pernah mengeluh tentangku, dia cukup bisa menerima apapun tentangku. Setiap kali ingat wanita-wanita yang pernah bersama dia, aku merasa sangat payah. Aku tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka, Beh. Mereka keren Beh, mereka cantik, mereka jauh lebih sukses dibandingkan aku, mereka jauh lebih baik dari aku, aku tak punya apapun. Dari fisik aku tak lebih baik, dari finansial jelas aku tak membanggakan, dari sifat aku jauh tak lebih baik, apakah aku tiak bersyukur, Beh?
Sampai kapan aku mengecewakan kalian?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar