Kamis, 23 Januari 2014

Mamah lagi

Kapan Mamah sembuh? Kapan Mamah seperti dulu? Aku setiap hari menunggu itu, tau kah Mamah tentang itu?
Mamah masih sayang aku? Kenapa Mamah masih begini? Kenapa Tuhan?
Mamah, aku butuh support dari Mamah. Aku tahu keterbatasan Mamah, tapi sekecil apapun Mamah, buat aku itu adalah motivasi dan kekuatan terbesarku. Ayo Mamah sembuh, ayo Mamah kembali membaik. Paling tidak itu membantuku untuk lebih kuat. Tidak perlu Mamah berteriak, tidak perlu Mamah berbicara sendiri, aku disini Mamah mau mendengarkan apa yang ingin Mamah ceritakan.
Mamah, semangat yah, aku masih bisa bertahan menunggu hari dimana Mamah betul-betul sembuh dan melihat aku dengan baik, meskipun tidak aku pungkiri aku lelah menunggu waktu yang entah terjadi atau tidak. Tiap hari aku selalu meminta Tuhan untuk menyembuhkan Mamah, rasanya ingin kesal pada Tuhan, rasanya ingin marah pada Tuhan karena dia tidak menyembuhkan Mamah, tapi siapa aku sampai berani protes sama Tuhan?
Aku malu Mamah begini dan aku rasa ini manusiawi, tapi kalau bukan karena kau malaikat dari Tuhanku mungkin aku tidak sekuat ini. Aku mungkin dulu pernah membuat Mamah malu, ampuni aku, Mamah. Aku pernah merepotkanmu, lantas kenapa aku mengeluh saat Mamah sekarang begini? Aku tidak bisa marah, tapi aku benar-benar sudah kesal, Mah. Aku cape, meskipun rasanya ingin aku tidak mengeluh.
Mamah bertanya kenapa aku menangis? Taukah kenapa? Aku ingin mamah sembuh, aku ingin Mamah seperti dulu, aku kesal diriku tidak berguna, aku kesal tidak bisa berbuat apa-apa. Dan menangis adalah caraku menyesali diriku sendiri. Aku masih waras untuk mengakhiri hidup, tapi ini berat untukku, Mah. Mamah tau kah itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar